Selasa, 16 Oktober 2012

Cinta itu Buta?

Akhir-akhir ini aku melihat sosok yang berbeda darinya. Dia bukanlah orang yang aku kenal lagi. Dia pun telah menjauh dari ku. Entah salah apa aku padanya hingga aku merasa dia sengaja menjauhiku. Sifat dan sikapnya 180' berubah. Rasanya aku tak pernah mengenalnnya.

Kudapati dia sedang bermain asik di depan kampus sedang asik bercanda dengan teman temnanya. Kali ini rasa simpatiku padanya sedikit berkurang. Dia yang dulu aku kenal adalah sosok seorang pria yang bertanggung jawab, pandai menjaga sikap, dan sangat menghargai seorang wanita. Sifatnya yang tak mudah akrab dengan orang, terutama wanita. Tapi apa yang dia lakukan saat ini. Dia dia sedang bermain asik dengan teman wanitanya. Aku tak tau wanita itu kekasihnya atau hannya temannya saja. Aku sudah cukup lama mengenalnya. Tapi aku baru tau, kalu Rio temanku mempunya teman dekat wanita selain aku. Hingga dosen-dosen di kampusku pun tau akan hal  itu. Dia semapat bilang hanya aku teman dekatnya. Tapi sepertinya gaya hidupnya yang aku lihat sekarang sudah berubah.
Bukan aku tak suka dia punya teman banyak. Tapi aku rasa perubahnnya ini menimbulkan sesuatu yang negative. Dosen pernah menegurku karena masalah Rio. Dia jarang masuk jam pelajarannya. Ini jauh dari sifat Rio yang aku kenal. Dia yang biasanya tak pernah bolos. Tapi kali ini dia bolos dengan tanpa rasa bersalah. Tapi apa yang aku bisa lakukan. Sekarang aku sudah jauh darinya.

Aku ingin mendekatinya, dan bertanya ada apa dengannya. Tapi aku sadar aku bukanlah siapa siapanya. Aku sangat merasa kehilangan Rio. Selalu terngiang di telingaku bagaimana dia memanggil nama ku. Mungkin kali ini semuanya tinggal kenangan. Masa lalu adalah masa lalu. Dan hanya bisa aku jadikan kengan indah saat aku bersamanya.

Aku mencoba melupakannya. Tapi saat aku mencoba melupakannnya, sosok itu selalu datang padaku. Enatah apa yang dia inginkan dariku. Aku merasa dia membenciku. Wlau aku tak tau alasannya kenapa. Kepada yang lain dia bersikap biasa saja. Tapi tidak padaku. Dia seakan memperlihatkan aku adalah musuhnya.

“Intan..!”
Aku mendengar  ada seseorang yang memmanggilku. Dan aku mencari suara yang bersal dari belakang itu. Ternyata itu Tesa teman kelasku.
“Ya?”
“Mau pulang?”
“Iya. Emang ada apa?”
“Buru-buru? Temenin gue makan yu?”
“Mau ngapain?”
“Yah temenin gue aja. Sekalian curhat dikit hhe”

Akhirnya aku nemenin Tesa makan. Tiaba-tiba dia melontarkan pertanyaan pertannyaan padaku
"Tan lo sama Rio ada masalah apa?"
"Maksud kamu?"
"Iya kalian tuh dah ga kaya dulu lagi. Serang kalian jauhan"
"Aku juga ga tau kenapa. Dia yang beda duluan sama aku"
"Tapi lo tau apa masalah awalnya?"
"Hah? Masalah awal gimna? Aku ga ngerti apa maksud kmu sa"
"Iya lo tau kenapa dia kaya gitu ke lo dan sifatnya juga jadi beruba?"
"Aku nggak tau. Aku juga heran dia kenapa"
"Jadi lo ga tau perasaan dia sama lo gimna?"
"Maksudnya?? Dulu kan aku sama Rio itu temen deket"
"Lo tau dia jealous gara-gara liat lo lagi berdua sama Radit?
"
"Maksudnya? Aku ngga ngerti apa yang kamu omongin"
"Lo tuh polos atau pura-pura ga tau? Dari dulu dia tuh suka sama lo"
"Wah bercanda kmu. Dia dari dulu ga pernah bilang apa-apa tuh. Apa lagi tentang masalah yang kaya gitu"
"Duh lo tuh parah banget yah. Bener kata Rio lo tuh ga sensitif. Sampai Rio yang udah dari dulu suka sama lo, tapi lo ga nyadar"


@dinahaqf