Selasa, 02 April 2013

Aku Merindukan Masa Itu


Aku merindukan masa itu. Masa dimana semua orang merasa bahagia dengan hidup. Tertawa lepas hingga mengeluarkan air mata bahagia. Canda tawa selalu terpancar di keluarga ini. Merasa bahwa hidup ini memang indah. Suka dukapun aku dapatkan di rumah itu. Rumah yang penuh dengan keceriaa. Walau kadang pertengkaran selalu ada. Tapi itu tidak merubah dan merusak pendapatku. Kini aku merindukan masa itu, masa yang tak akan pernah terulang kembali.

Dan kini kebahagian itu sedikit demi sedikit menghilang dari hadapanku.Rumah tempat aku dilahirkan kini sudah tidak memberikan kehangatan seperti dulu lagi.Sempat keluarga ku menjadi renggang. Tapi untungnya kami dapat menghadapi semuanya. Sebebenarnya ini tidak berasal dari keluargaku. Melainkan... suasana ini berubah di akibat kedatangnnya.

Nenek kami tinggal bersama kami. Apa yang kami lakukan selalu eliau awasi, jika kami melakukan kesalahan yang menurutnya salah; meliau memarahi kami dengan caranya tersendiri (menggunakan dan belogat dengan bahasa belanda). Dan dikala kami sedang bercanda; beliaupun ikut bercanda dengan kamu. Tawanya pun menjadi ciri kas sendiri, bila beliau benar benar-benar merasa terharu dan bahagia maka tawanya hingga mengeluarkan air mata. Sudah selama 17 tahun lebih aku mengenal beliau. Sosok yang sasaat nanti akan selalu kami ingat.

Dan kini canda, tawa, dan amarahnya oun sudah tidak pernah kami lihat. Senyumannya pun sudah lama kami tidak melihatnya. Beberapa tahun ini ini belau hanya terbaring diranjang tanpa bisa melakukan kegiatan lainnya.

We miss you

@dinahaqf