"Mendapatkan kepercayaan itu sangat sulit. Apalagi mengembalikan kepercayaan seseorang untuk kita."
+Dina Haq @dinahaq
Setelah aku memutuskan ke arah mana aku akan melaju, akhirnya aku nyalakan mobil di garasi rumahku. Wah, jalannya sudah mulai sepi. Dan tidak banyak orang yang masih berjualan di sekitar sini. Aku menikmati jalan yang aku lewati ini. Semuanya tidak begitu asing bagiku. Seakan aku dan jalan ini sudah menyatu padu. Tempat inilah yang mempertemukan aku dengan dirinya. Saat aku menangis dan lari ke Danau sesudah mendengar kabar bahwa ibuku meninggalkan dunia ini untuk selamnya.
Aku selalu menggantungkan hidupku padamu. Semua cerita ini aku kumpulkan dan aku hanya bisa menceritakannya ini padamu. Karena hanya kamu yang bisa buat aku nyaman sehingga, aku merasa nyaman padamu. Hingga aku tak sadar akan bagaimna kisahmu. Aku memang tak pernah bertanya hal pribadimu. karena sadar aku bukan siapa-siapamu. Aku bukan orang yang lebih dari sekedar teman untukmu.
Pertama saat aku membuka akun facebookku. Postingan kamu
menjadi trending topic di facebook berandaku. Kamu tahu apa yang aku lihat? Ya,
aku melihat statusmu berubah. Yang dulunya lajang kali ini kau sudah ada yang
memiliki. Entah apa yang seharusnya aku katakana padamu. Rasanya aku tak berhak
untuk melarangmu berhubungan denganya atau dengan orang lain. Atau haruskah aku
mengucapkan selamat padamu? Jika aku memberi ucapan selamat padamu, aku rasa
aku telah membohongi perasaanku.
Kudapati dia sedang
bermain asik di depan kampus sedang asik bercanda dengan teman temnanya. Kali
ini rasa simpatiku padanya sedikit berkurang. Dia yang dulu aku kenal adalah
sosok seorang pria yang bertanggung jawab, pandai menjaga sikap, dan sangat
menghargai seorang wanita. Sifatnya yang tak mudah akrab dengan orang, terutama
wanita. Tapi apa yang dia lakukan saat ini. Dia dia sedang bermain asik dengan
teman wanitanya. Aku tak tau wanita itu kekasihnya atau hannya temannya saja.
Aku sudah cukup lama mengenalnya. Tapi aku baru tau, kalu Rio temanku mempunya
teman dekat wanita selain aku. Hingga dosen-dosen di kampusku pun tau akan hal
itu. Dia semapat bilang hanya aku teman dekatnya. Tapi sepertinya gaya
hidupnya yang aku lihat sekarang sudah berubah.
Cuaca kali ini sangat mendukung. Udara pagi yang sangat menyejukan. Aku dan keluarganya sudah sangat dekat. Sudah 8 tahun lamanya kita saling mengelal. Dan 1 tahun sebelumnya kami mengadakn pertunangan. Banyak rintangan yang harus kita lalui bersama. Ada saja orang yang tak suka akan kebahagian kami. Tapi kami yakin, bahwa kami bisa menjalani semuanya.
Aku meliahat Nia adikku sedang termenung di depan jendela kamarnya. Aku tau dia sedang memiliki masalah. Di balik sifatnya yang ceria aku yakin bahwa dia membutuhkan sesorang untuk bersandar. Untuk mengadu keluh kesahnya. Ingin memiliki seseorang yang bisa mendengar keluhannya. Berharap bahwa seseorang itu dapat memberikan saran, setidaknya membuatnya lebih baik. Aku tau itu, karena akupun merasakan hal yang sama. Mungkin aku baru menyadari semua ini.
Wow apakah ini bertanda bahwa kita jodoh? Itu adalah yang paling gue harap. Hari ini hari pertama gue ospek kampus. Dan ternyata gue satu kampus lagi sama dia. Sayangnya kita gak sejurusan. Dia jurusan arsitektur sedangkan gue ngambil juruan sastra inggris.Waktu lagi istirahat gue ke kantin bareng temen. Dan loe tau apa yang gue liat?? Yah gue liat dia. Tapi sayangnya dia di kelilingi kakak kelas cowok yang sibuk godain dia.Yah walau dia nggak ngerspon kakak-kakak yang genit godain dia. "Eh itu Nasya anak angkatan baru sekarang yah? Yah kayanya gue kalah sain tuh sama si Tio", ucap kakak kelas yang tepat berada di belakang gue. "Mendapatkan kepercayaan itu sangat sulit. Apalagi mengembalikan kepercayaan seseorang untuk kita."
Setelah aku memutuskan ke arah mana aku akan melaju, akhirnya aku nyalakan mobil di garasi rumahku. Wah, jalannya sudah mulai sepi. Dan tidak banyak orang yang masih berjualan di sekitar sini. Aku menikmati jalan yang aku lewati ini. Semuanya tidak begitu asing bagiku. Seakan aku dan jalan ini sudah menyatu padu. Tempat inilah yang mempertemukan aku dengan dirinya. Saat aku menangis dan lari ke Danau sesudah mendengar kabar bahwa ibuku meninggalkan dunia ini untuk selamnya.
Aku selalu menggantungkan hidupku padamu. Semua cerita ini aku kumpulkan dan aku hanya bisa menceritakannya ini padamu. Karena hanya kamu yang bisa buat aku nyaman sehingga, aku merasa nyaman padamu. Hingga aku tak sadar akan bagaimna kisahmu. Aku memang tak pernah bertanya hal pribadimu. karena sadar aku bukan siapa-siapamu. Aku bukan orang yang lebih dari sekedar teman untukmu.
Pertama saat aku membuka akun facebookku. Postingan kamu
menjadi trending topic di facebook berandaku. Kamu tahu apa yang aku lihat? Ya,
aku melihat statusmu berubah. Yang dulunya lajang kali ini kau sudah ada yang
memiliki. Entah apa yang seharusnya aku katakana padamu. Rasanya aku tak berhak
untuk melarangmu berhubungan denganya atau dengan orang lain. Atau haruskah aku
mengucapkan selamat padamu? Jika aku memberi ucapan selamat padamu, aku rasa
aku telah membohongi perasaanku.
Kudapati dia sedang
bermain asik di depan kampus sedang asik bercanda dengan teman temnanya. Kali
ini rasa simpatiku padanya sedikit berkurang. Dia yang dulu aku kenal adalah
sosok seorang pria yang bertanggung jawab, pandai menjaga sikap, dan sangat
menghargai seorang wanita. Sifatnya yang tak mudah akrab dengan orang, terutama
wanita. Tapi apa yang dia lakukan saat ini. Dia dia sedang bermain asik dengan
teman wanitanya. Aku tak tau wanita itu kekasihnya atau hannya temannya saja.
Aku sudah cukup lama mengenalnya. Tapi aku baru tau, kalu Rio temanku mempunya
teman dekat wanita selain aku. Hingga dosen-dosen di kampusku pun tau akan hal
itu. Dia semapat bilang hanya aku teman dekatnya. Tapi sepertinya gaya
hidupnya yang aku lihat sekarang sudah berubah.
Cuaca kali ini sangat mendukung. Udara pagi yang sangat menyejukan. Aku dan keluarganya sudah sangat dekat. Sudah 8 tahun lamanya kita saling mengelal. Dan 1 tahun sebelumnya kami mengadakn pertunangan. Banyak rintangan yang harus kita lalui bersama. Ada saja orang yang tak suka akan kebahagian kami. Tapi kami yakin, bahwa kami bisa menjalani semuanya.
Aku meliahat Nia adikku sedang termenung di depan jendela kamarnya. Aku tau dia sedang memiliki masalah. Di balik sifatnya yang ceria aku yakin bahwa dia membutuhkan sesorang untuk bersandar. Untuk mengadu keluh kesahnya. Ingin memiliki seseorang yang bisa mendengar keluhannya. Berharap bahwa seseorang itu dapat memberikan saran, setidaknya membuatnya lebih baik. Aku tau itu, karena akupun merasakan hal yang sama. Mungkin aku baru menyadari semua ini.
Wow apakah ini bertanda bahwa kita jodoh? Itu adalah yang paling gue harap. Hari ini hari pertama gue ospek kampus. Dan ternyata gue satu kampus lagi sama dia. Sayangnya kita gak sejurusan. Dia jurusan arsitektur sedangkan gue ngambil juruan sastra inggris.Waktu lagi istirahat gue ke kantin bareng temen. Dan loe tau apa yang gue liat?? Yah gue liat dia. Tapi sayangnya dia di kelilingi kakak kelas cowok yang sibuk godain dia.Yah walau dia nggak ngerspon kakak-kakak yang genit godain dia. "Eh itu Nasya anak angkatan baru sekarang yah? Yah kayanya gue kalah sain tuh sama si Tio", ucap kakak kelas yang tepat berada di belakang gue. "Mendapatkan kepercayaan itu sangat sulit. Apalagi mengembalikan kepercayaan seseorang untuk kita."
Setelah aku memutuskan ke arah mana aku akan melaju, akhirnya aku nyalakan mobil di garasi rumahku. Wah, jalannya sudah mulai sepi. Dan tidak banyak orang yang masih berjualan di sekitar sini. Aku menikmati jalan yang aku lewati ini. Semuanya tidak begitu asing bagiku. Seakan aku dan jalan ini sudah menyatu padu. Tempat inilah yang mempertemukan aku dengan dirinya. Saat aku menangis dan lari ke Danau sesudah mendengar kabar bahwa ibuku meninggalkan dunia ini untuk selamnya.
Aku selalu menggantungkan hidupku padamu. Semua cerita ini aku kumpulkan dan aku hanya bisa menceritakannya ini padamu. Karena hanya kamu yang bisa buat aku nyaman sehingga, aku merasa nyaman padamu. Hingga aku tak sadar akan bagaimna kisahmu. Aku memang tak pernah bertanya hal pribadimu. karena sadar aku bukan siapa-siapamu. Aku bukan orang yang lebih dari sekedar teman untukmu.
Pertama saat aku membuka akun facebookku. Postingan kamu
menjadi trending topic di facebook berandaku. Kamu tahu apa yang aku lihat? Ya,
aku melihat statusmu berubah. Yang dulunya lajang kali ini kau sudah ada yang
memiliki. Entah apa yang seharusnya aku katakana padamu. Rasanya aku tak berhak
untuk melarangmu berhubungan denganya atau dengan orang lain. Atau haruskah aku
mengucapkan selamat padamu? Jika aku memberi ucapan selamat padamu, aku rasa
aku telah membohongi perasaanku.
Kudapati dia sedang
bermain asik di depan kampus sedang asik bercanda dengan teman temnanya. Kali
ini rasa simpatiku padanya sedikit berkurang. Dia yang dulu aku kenal adalah
sosok seorang pria yang bertanggung jawab, pandai menjaga sikap, dan sangat
menghargai seorang wanita. Sifatnya yang tak mudah akrab dengan orang, terutama
wanita. Tapi apa yang dia lakukan saat ini. Dia dia sedang bermain asik dengan
teman wanitanya. Aku tak tau wanita itu kekasihnya atau hannya temannya saja.
Aku sudah cukup lama mengenalnya. Tapi aku baru tau, kalu Rio temanku mempunya
teman dekat wanita selain aku. Hingga dosen-dosen di kampusku pun tau akan hal
itu. Dia semapat bilang hanya aku teman dekatnya. Tapi sepertinya gaya
hidupnya yang aku lihat sekarang sudah berubah.
Cuaca kali ini sangat mendukung. Udara pagi yang sangat menyejukan. Aku dan keluarganya sudah sangat dekat. Sudah 8 tahun lamanya kita saling mengelal. Dan 1 tahun sebelumnya kami mengadakn pertunangan. Banyak rintangan yang harus kita lalui bersama. Ada saja orang yang tak suka akan kebahagian kami. Tapi kami yakin, bahwa kami bisa menjalani semuanya.
Aku meliahat Nia adikku sedang termenung di depan jendela kamarnya. Aku tau dia sedang memiliki masalah. Di balik sifatnya yang ceria aku yakin bahwa dia membutuhkan sesorang untuk bersandar. Untuk mengadu keluh kesahnya. Ingin memiliki seseorang yang bisa mendengar keluhannya. Berharap bahwa seseorang itu dapat memberikan saran, setidaknya membuatnya lebih baik. Aku tau itu, karena akupun merasakan hal yang sama. Mungkin aku baru menyadari semua ini.
Wow apakah ini bertanda bahwa kita jodoh? Itu adalah yang paling gue harap. Hari ini hari pertama gue ospek kampus. Dan ternyata gue satu kampus lagi sama dia. Sayangnya kita gak sejurusan. Dia jurusan arsitektur sedangkan gue ngambil juruan sastra inggris.Waktu lagi istirahat gue ke kantin bareng temen. Dan loe tau apa yang gue liat?? Yah gue liat dia. Tapi sayangnya dia di kelilingi kakak kelas cowok yang sibuk godain dia.Yah walau dia nggak ngerspon kakak-kakak yang genit godain dia. "Eh itu Nasya anak angkatan baru sekarang yah? Yah kayanya gue kalah sain tuh sama si Tio", ucap kakak kelas yang tepat berada di belakang gue.