Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 September 2013

Posted in , ,

Kamu..

Perkenalan kita yang secara tidak sengaja, berjalan hingga kini. Perkenala yang sebenarnya tak etis untukku. Aku sama sekali tak mengenalmu. Perkenalan yang diawali dengan ke tak sengajaan. Aku kira, kamu setingkat denganku. Ternyata tidak. Kamu lebih tua dua tahun di atasku. Beni.

Sebenarnya aku yang salah. Aku salah mengiramu setingkat denganku. Malu. Yah, aku malu. Dia bilang dia mengenalku. Tapi sayangnya aku tidak. Di mulai dengan sapaan sderhana. Hingga semuanya terus berjalan mengikuti arusnya waktu. Kau menyapaku dengan senyuman manismu. Lalu aku balas dengan senyumanku.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Posted in , ,

SURAT TUK BUNDA TERCINTA DARI ANANDA YG TERBUANG (Review)

Assalamu'alaikum wara ... 
hmatullahiwabarrakatuh Teruntuk Bundaku tersayang

Dear Bunda
Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja
nanda juga di sini baik-baik saja bunda
Allah sayang banget deh sama nanda.
Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda
Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami meskipun hanya sesaat 

Minggu, 21 Juli 2013

Posted in ,

Aku Pernah Menjadi Anak SMK

Dimulai dari 2010 kalau tidak salah. Aku lebih memilih melanjutkan ke SMK. Entah dari mana pemikiran itu tiba-tiba muncul. Tentu saja SMK ada beberapa jurusan. Saya lebih memilih Multimedia, karena sesuai dengan hobbi. Surat pun memberikan saya keterima di jurusan itu. Alahasil setelah MOS eh saya masuk RPL. Mana tau saya tentang koding. Wah gawat, saya tidak terlalu pandai mengenai bermain dengan komputer, apalagi dengan 'koding'. Dan akhirnya saya coba beberapa minggu. Tapi.. hasilnya saya tidak tahan karena ada beberapa faktor tertentu.

Sabtu, 22 Juni 2013

Posted in , ,

Jangan Pergi

Dengan sekuat tenaga aku berbura-pura tegar, didepanmu aku berpura-pura tak membutuhkanmu, didepanmu aku berpura-pura bisa idup sendiri. Seakan aku wanita super. Aku berusaha ceria dihadapan mu, agar kamu menganggap aku kuat, agar kamu tak menghawatirkan aku, agar kamu berfikir aku akan tetap baik-baik saja walau kamu tidak disampingku.

Sekuat tenaga aku menyembunyikan semua ini darimu. Tapi ternyata aku salah. Aku salah telah membodohimu sekaligus menipu diriku. Aku bukanlah seorang wanita yang super.

Ternyata aku seorang wanita yang lemah dan rapuh. Dan membutuhkan orang lain untuk brada disampingku.

Senin, 29 April 2013

Posted in , ,

Seandainya...


Seperti biasa, hujan gerimis yang menaungi kota Bandung. Kamu mengenalkan namamu begitu saja. Uluran tanganmu dan suaramu yang lembut berlalu tanpa pernah ku ingat-ingat. Sungguh sebuah perkenalan yang tak mudah untuk aku lupakan. Kini aku memiliki seorang sahabat baru. Di sekolah ini aku memulai kisah SMA ku. Sungguh indah. Kemana pun kita selalu bertiga. Aku, Ringgo dan Edgar seorang sahabat yang sebelum yang tak pernah aku punya.
Diantara kami, Edgar lah yang paling dewasa. Kami menganggap Edgar seperti kakak kami. Kami bertiga memilih IPS. Dan diantara kami hanya Ringgo yang berpacaran. Mela anak IPA. Kekasih Ringgo sejak kelas 2 hingga kini. Mela dan kami cukup dekat. Hingga akhirnya Mela menjadi salah satu sahabat kami. Aku senang memiliki sahabat perempuan.

Selasa, 02 April 2013

Posted in , ,

Aku Merindukan Masa Itu


Aku merindukan masa itu. Masa dimana semua orang merasa bahagia dengan hidup. Tertawa lepas hingga mengeluarkan air mata bahagia. Canda tawa selalu terpancar di keluarga ini. Merasa bahwa hidup ini memang indah. Suka dukapun aku dapatkan di rumah itu. Rumah yang penuh dengan keceriaa. Walau kadang pertengkaran selalu ada. Tapi itu tidak merubah dan merusak pendapatku. Kini aku merindukan masa itu, masa yang tak akan pernah terulang kembali.

Dan kini kebahagian itu sedikit demi sedikit menghilang dari hadapanku.Rumah tempat aku dilahirkan kini sudah tidak memberikan kehangatan seperti dulu lagi.Sempat keluarga ku menjadi renggang. Tapi untungnya kami dapat menghadapi semuanya. Sebebenarnya ini tidak berasal dari keluargaku. Melainkan... suasana ini berubah di akibat kedatangnnya.

Nenek kami tinggal bersama kami. Apa yang kami lakukan selalu eliau awasi, jika kami melakukan kesalahan yang menurutnya salah; meliau memarahi kami dengan caranya tersendiri (menggunakan dan belogat dengan bahasa belanda). Dan dikala kami sedang bercanda; beliaupun ikut bercanda dengan kamu. Tawanya pun menjadi ciri kas sendiri, bila beliau benar benar-benar merasa terharu dan bahagia maka tawanya hingga mengeluarkan air mata. Sudah selama 17 tahun lebih aku mengenal beliau. Sosok yang sasaat nanti akan selalu kami ingat.

Dan kini canda, tawa, dan amarahnya oun sudah tidak pernah kami lihat. Senyumannya pun sudah lama kami tidak melihatnya. Beberapa tahun ini ini belau hanya terbaring diranjang tanpa bisa melakukan kegiatan lainnya.

We miss you

@dinahaqf

Posted in , ,

Menunggu


“Menunggu”. Kata itu sudah tidak asaing bagiku. Awal aku mengenalnya; aku berharap dia akan menjadi milikku untuk selamanya. Kedekatan kita sudah menjadi rahasia umum. Tapi setelah datangnya orang ketiga; semuanya berubah. Hubungan kita  menjauh, sudah tak seperti dulu lagi. Walau begitu aku tetap menunggunya; berharap dia bisa menjadi miliku lagi. 5 tahun sudah aku menunggu, dan pada kenyataannya dia masih bersama dengannya.

Bukannya aku munafik, tapi aku tidak ingin menjadi penghancur hubungan kalian. Biarlah waktu yang menjawab semua pertanyaan ini. Biarlah aku menunggu hingga pada akhirnya aku lelah sendiri. 1 tahun berikutnya ku putuskan untuk merelakanmu pergi. Tapi perasaan ini tidak pernah berubah. Mungkin detak jantungku ini hanya untuk kamu seorang.Hati ini tidak pernah lelah untuk menunggu, menunggu balasan cinta darimu.

Dan selama 1 tahun ini aku mulai sadar; aku terlalu lama larut dalam cinta yang dia gantungkan padaku. Aku sudah cukup sabar untuk menunggu. Aku hanyalah manusia biasa yang punya batas kesabaran. Tetapi tidak ada satu orangpun yang bisa aku salahkan.

-@dinahaqf-

Minggu, 17 Maret 2013

Posted in

Mungkin Aku dan Kamu Tidak di Takdirkan bersama


Aku tak bisa melupakan masa-masa itu. Aku masih berusia 4 tahun. Banyak orang orang di tumahku. Suasana yang ramai, namun menyenangkan. Memang tidak aneh banyak orang di bulan Ramadhan ini. Suasana yang sangan mendukung, langit terlihat sangat cerah. Banyak burung, kupu-kupu berdatangan di lengkapi dengan munculnya pelagi di atas sana. Memang pelangi itu tidak nampak jelas. Namun suasana seperti ini pada saat itu mampu membuat kagum seorang anak perempuan yang baru berusia 4 tahun.
Aku dan keluargaku tinggal bersana nenek, nenek dari ibuku. Nenekku termasuk orang yang terkenal dikampung. Mungkin karena umurnya yang sudah tua namun masih bisa beraktifitas. Pada masa penjajahan belandapun beliau sudah lahir bahkan ikut berjuang. Nenekku termasuk orang yang paling tertua di keluarga kami. Nenek mempunyai banyak relasi.

Dan bulan ramadhan ini banyak relasi nenekku yang datang untuk saling memaafkan dan saling bersilatuhrami. Momen ini adalah momen yang umat muslim tunggu-tunggu. Di setiap momentnya akan menjadi kenangan yang indah. Tapi aku lebih senang dengan keadaan yang tenang (tidak banyak orang dan tidak ramai). Di dalam rumah banyak orang yang asik mengobrol hingga lupa lupa waktu. Yah mungkin momen itu momen yang jaang sekali di dapatkan, kerabat jauh datang berkunjung dan mempunyai ceritanya masing-masing. Aku tidak membenci situasi ini. Tapi aku lebih senag suasana yang tenang jauh dari keramaian.

Dan akhirnya aku lebih memilih barmain di luar bersama soadaraku yang umurnya tidak jauh denganku. Kami asik bermain di halaman depan rumah. Membuat kue lebaran yang bahannya dari tanah dan di tambah air. Dan diatasnya kami hias dengan bunga kecil. Perasaanku ada seseorang yang sedang memperhatikan pada kami. Aku mencari di setiap sudut, namun tak aku temukan jua. “Hemm apakah ini hanya perasaanku saja?” ucapku dalam hati dengan keaadan heran. Aku yakin ada seseorang yang sedang memperhatikan kami yang sedang bermain. Baiklah aku mengaku kalah. Karena tak ada sau orangpun yang aku pergoki sedang memperhatikan kami.

Tak lama beberapa menit dari situ, saat aku sudah tidak perduli siapa yang sebenarnya memperhatikan kami. Aku memgokinya, yah tidak salah lagi anak laki-laki itu sedang memperhatiakan kami sejak tadi. Anak laki-laki itu sedang bermain dengan salah satu sodara laki-lakiku.
Tatapannya itu; tatapan yang membuat aku risih. Tatapan yang sepertinya tidak menyukai kami. Matanya berbicara seakan kami dan dirinya adalah musuh. Musuh yang tidak mungkin menjadi temaan. Sepertinya anak laki-laki itu salah satu anak dari relasi nenek atau ibuku.

*satu tahun berlalu...
Kini aku sedah bermur 5 tahun dan awal pertama kali aku menduduki bangku TK. Aku selalu mengijuti kemana ibuku pergi. Ibuku pergi kerumah teman dekatnya, tentu saja aku ikut dengan ibuku. Dan aku melihat salah satu anak laki-laki yang sepertinya wajahnya pernah aku lihat. Yah sekarang aku ingat wajah yang sempat membuat aku kesal.Anak laki-laki itu adalah anak yang setahun lalu pernah temui tanpa sengaja di rumah ku. Sepertinya hubungan keluarga ku dengannya cukup dekat dan sepertinya mereka sudah saling mengenal sejak lama.

*tiga tahun berlalu
Ayah dan ibuku mengajakku untuk pergi ke rumah teman mereka. Dan aku hana bisa mengikuti ajakannya, karena mau bagai manapun aku tidak bisa menolak ajakan orang tuaku sendiri. Dan yah lagi-lagi aku bertemu dengan anak laki-laki itu. Ternyata rumah yang aku kunjungi adalah rumah orang tuanya, dan tentu saja dia jug tinggal di rumah itu.
Aku duduk di antara ayah dan ibuku di sofa ruang depan rumahnya. Baru saja aku duduk, aku mendengar suara pintu yang sengaja di tutup. Oke itu adalah ulah anak laki-laki itu. Tinggaknya membuat aku geli. Dia laki-laki tapi tingkahnya sepeti anak perempuan yang banyak tingkah. Aku berhasil memergokinya sengang memperhaikan kamu dari celah pintu kamarnya.

*tiga tahun berlalu
Semakin tahun semakin sering aku bertemu dengannya. Dan kali ini aku di buli dengannya. Katanya dia suka padaku. Tapi aku sebaliknya, aku tak menyukainya. Tingkahnya di hadapanku itu membuatku risih. Setiap aku melihatnya moodku berubah menjadi buruk. Dan tanpa aku sadari setiap aku melihatnya wajahlku berubah menjadi sinis dan jutek katanya.
Setiba diruma, keluargaku berkumpul dan tahukah kalian ?? Mereka sedang membicarakan keluarga anak laki-laki itu. Mereka bilang sih namanya Yoga. Mereka bilang kalau keluarganya tuh kekeuh menjodohkan dengan nya. Dan yang paling antusias adaah nenek dan kakekenya. Keadaan ini semakin membuatku takut dan tidak nyaman.

* tiga tahun berlalu
Aku mulai senang dengan situasi ini. Sepertinya aku benar-benar ingin jadi dengannya. Tapi tidak ada pihak lain yang tau dengan perasanku ini. Ayah dan onnya sering mengodaku dan memanggilku dengan sebutan ‘Yoga’. Tapi seperti biasanya aku hanya bisa memberikan wajah seperti yang tidak perduli.
Lama-lama aku mulai terbiasa dan orangtuanya aku belajar bersama. Karena umur kamu sepantaran walau dia lebih tua 5 bulan dariku.  Orang tuanya khawatir dengan keadaan anak laki-lakinya. Tapi aku sebatas hanya mengajarinya saja tidak lebih. Ak ada topik yang pernah aku bahsa denganya.
Tanpa aku sadari aku mlai menyukainya lebih. Entah dari mana persaan itu muncul. Kami satu sekolah. Tapi aku mempunyai teman perempuan yang satu sekolah denganya. Tapi temanku Novi tidak tau kalau aku mengenalnya. Dan aku hanya bisa diam di saat mereka sedang membicarakannya. Ternyata dia cukup populer di sekolahnya. Katanya Yoga sempat beberapa kali berganti-ganti pasangan. Dan entah mengapa hatiku ini tiba-tiba rasanya sesak. Mungkin ini yang dinamakan cemburu.

*satu tahun berlalu
Tidak hanya teman sekolahnya yang mengagumi Yoga, teman dekatku juga menganguminya. Bella dia menyukai Yoga sejak 3 tahun lalu katanya. Duh lalu siap lagi selanjutnya?? Bela juga tidak mengetahui kalau aku cukup deka dengan keluarganya. Dan saat itu sedang ada acara untuk semumuran kami. 

***bersambung

@dinahaqf

Senin, 04 Februari 2013

Posted in , ,

Kehadiran seseorang sangat berarti jika sosoknya telah pergi | Paris


Aku dan dia berada di satu universitas dan mengambil jurusan yang sama. Universitas Ecole de Beaux Arts, yang terletak di kota Paris. Dan seperti biasa, aku hanya bisa menatapnya diam-diam dari kejauhan. Walau begitu aku tak perduli. Bagiku bisa melihat wajahmu diam-diam dan mengamati sosokmu adalah kebahagiaan tersendiri bagiku. Walaupun kau tak seperti aku yang berusaha mencari semua tentangmu. Dan itu sama sekali tak mengurangi tekadku untuk mengenalmu lebih dalam. Lebih baik aku melihatmu dari jauh daripada aku tak melihatmu sama sekali. Sosokmu yang ceria membuat banyak orang nyaman dan senang dekat danganmu.

***

Hari yang aku tunggu tiba juga saat ini. Tepat di musim gugur dimana pemandangan dihiasi dengan warna emas. Suhu perlahan-lahan menurun melalui September. Tragedi yang tak sengaja aku lakuakan membuat keberuntungan bagiku. Kehidupanku mulai terasa indah saat kejadian itu terjadi. Aku tak sengaja menabraknya dan membuat nampan yang ada di tangannya jatuh tak terkendali “Bruk!!”. Aku tak sengaja menabraknya. Aku tertengung melihat sosoknya yang begitu indah dimataku. Sungguh sosok seorang wanita yang tak ada dua dimataku. Dia satu satunya orang yang membuatku gila. Hingga membuat aku lupa untuk mengucapkan kata maaf. Tanpa aku sadari dia sedang membungkukan badannya tepat di depan bawah kakiku. Aku hanya menikmati ke indahan yang ada pada dirinya, yang tidak semua wanita lain miliki. Cara dia membungkukan tubuhnya pun terlihat anggun. Sampai akhirnya aku tersadar akan semua tragedi ini aku yang buat, walau aku sudah cukup telat untuk mengucapkan maaf, aku tetap mengucapkan kata maaf itu.
Sepertinya aku akan kena marah olehnya karena telat mengucapkan kata maaf.

Minggu, 27 Januari 2013

Posted in , ,

Air Mata Bunda

Hiks hiks

Aku mencari dari mana suara tangisan itu berasal. Aku mencari di setiap ruangan yang ada di rumahku. Ruang keluarga, dapur, balkon tapi tak ku temui juga. Ada satu reangan yang belum aku cek, yaitu kamar orang tuaku. Tapi aku tak berani untuk masuk. Aku hanya mengecek dari depan pintu kamar orang tuaku. Ternyata benar suara itu adalah suara tangisan ibuku. Akhirnya aku beranikan diri untuk mengintip dari balik pintu. Aku melihat ibuku sedang menangis di atas tempat tidurnya. Aku rasa ibu sedang berusaha untuk menutupi ini dari anak-anaknya. Cara menangisnya pun sangat tak wajar bagiku. Giginya menggigit bibirnya sekuat tenanga. Ibu lebih memilih bibirnya di banding anak-anaknya mengetahui masalah ini. Hatiku rasanya teriris dan sesak melihat ibu seperti ini. Ibu membutuhkan seseorang di sampingnya. Tapi aku terlalu terlalu jaim untuk melakukannya.

Anak apa aku ini yang tak bisa berada di sampingnya, tak bisa mendengarkan keluh kesahnya. Untuk apa aku ada di bumi sedangkan aku tak bisa melakukan apa-apa untuk ibuku sendiri. Ingin rasanya aku memaki orang yang telah membuat ibuku menangis.Tapi aku tak bisa melakukannya karena permintaan dari ibuku. Ibuku terlalu sabar. Sempat aku melontarkan kata yang aku sendiri tak sadar aku telah melontarkan kata-kata itu.

Selasa, 08 Januari 2013

Posted in ,

Senyuman Natasya


Kedua mataku langsung tertuju pada satu tujuan di taman yang sering aku datangi, tapi aku baru pertama kalinya melihat seorang wanita yang sedang duduk di kursi taman itu. Wajahnya terlihat sangat polos dan manis membuat aku ingin mendekatinya. Butuh berfikir beberapa kali untuk aku mendatanginya karena aku merasa tak percaya diri. Setelah bebrapa menit aku mempertimbangkan hal ini akhirnya aku putuskan untuk mendatanginya, tak perduli apa yang akan terjadi setelah ini.

Aku memulainya dengan duduk disampingnya tapi itu sama sekali tak memberikan respon kepadaku. Okey mungkin kali ini aku harus menyapanya terlebih dahulu agar aku mendapatkan repon darinya.

“Hai?,” Aku menyapanya terlebih dahulu. Namun ternyata dugaanku benar. Bahkan ini melebihi dugaanku sebelumnya. Rasa tak percaya diriku mulai muncul dan semakin bertambah. Setelah wanita itu mendengar suaraku, ia terlonjat kaget.

“Siapa disana!”

Senin, 17 Desember 2012

Posted in , ,

Penjara Yang Tak Nampak Bagiku (Kenangan)

Tiap detik, tiap menit, tiap jam, tiap hari, tiap minggu, tiap bulan bahkan tiap tahun kenangan itu akan semakin menumpuk dan menumpuk. Ingin rasanya aku mengubur kenangan buruk dan aku hanya akan mengingat kenangan yang indah. Tapi suara hatiku berkata lain. KENAGAN BUKAN UNTUK DI LUPAKAN melainkan UNTUK DIKENANG.

Begitu juga dengan kenanganku bersamamu. Sekeras apapun aku mencoba melupakanmu, kengan itu selalu menghantui disetiap langkaku. Aku selalu ingat bagaimana caramu memanggilku, bagaimana caramu peduli padaku, bagaimana caramu membuat aku menangis dan tertawa. Kamu begitu banyak memberikan pelajaran yang berhaga dalam hidupku yang sepi ini. Kamu yang telah membuat hari-hari dan hidupku menjadi lebih berwarna.

Jumat, 14 Desember 2012

Posted in , , ,

Sebatas Mimpi #1

Sudah lama nggak keluar rumah. Seklian nyari ispirasi desain rumah ah. Sepertinya asik nih di bawah terangnya sang rembulan dan sang bintang aku mencari ispirasiku. Kira- kira kemana ? Ke danau dekat taman bermainku dulu, sepertinya ide yang tidak terlalu buruk.

Setelah aku memutuskan ke arah mana aku akan melaju, akhirnya aku nyalakan mobil di garasi rumahku. Wah, jalannya sudah mulai sepi. Dan tidak banyak orang yang masih berjualan di sekitar sini. Aku menikmati jalan yang aku lewati ini. Semuanya tidak begitu asing bagiku. Seakan aku dan jalan ini sudah menyatu padu. Tempat inilah yang mempertemukan aku dengan dirinya. Saat aku menangis dan lari ke Danau sesudah mendengar kabar bahwa ibuku meninggalkan dunia ini untuk selamnya.

Selasa, 11 Desember 2012

Posted in , ,

Seandainya Aku Bisa Seperti Mereka

Setiap tempat yang aku temui selalu saja membuatku iri. Di samping kananku aku melihat sebuah keluarga yang sangat harmonis. Mereka sedang benemani anak mereka yang masih berusia balita itu. Disamping kiriku aku melihat seorang anak permpuan berusia 14 tahun sedang ditemani oleh ibunya berbelanja. Saling meminta saran dan memberi saran. Dan di depanku aku melihat adik kakak sedang asik memilih pakaian yang mereka inginkan dan lagi-lagi ditemani oleh ibunya. Canda tawa mereka sungguh membuatku iri.

Ingin rasanya aku yang membuat sekenario hidupku ini. Dimana aku dan keluargaku yang menjadi peran utamanya. Walau akan ada saja yang menjadi pemeran antagonis, selalu banyak orang yang mendukung kami. Ingin rasanya aku bunuh satu persatu orang-orang yang tak ingin melihat kami bahagia.

Senin, 10 Desember 2012

Posted in , ,

IBU


Ibu adalah sosok seorang wanita istimewa yang patut dibanggakan oleh setiap anak. Ibu dengan segala kreativitas serta kemampuannya mampu membantuh sebuah keluarga menjadi sebuah model sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Mereka lantunkan sebuah harapan melalui do'anya untuk kita
Senyuman yang iya perlihatkan pada kita adalah semyuman tulus darinya
Jangan sampai air mata yang beliau keluarkan, adalah tangisan kekecewaannya pada kita
Buatlah mereka mengasis akan kesuksesan yang kita persembahkan untuknya


Sabtu, 24 November 2012

Posted in , ,

Kamu berbeda :)

Tahun ini Keysa baru memasuki bangku SMP. "Keysa, ini ada salam dari Adit".Suara teriakan itu muncul dari sebelah ruang laboraturiun yang akan Keysa masuki. Keysa mencari sosok seseorang yang bernama Adit itu. Tapi sayangnya Keysa tak mendapatkannya. Sepertinya mereka hanya segerembolang kakak kelas ysng senang mengoda adik kelasnya. Akhirnya dengan wajah dingin Keysa memasuki ruang labnya.
Bel sekolah berbunyi, semua sibuk berebutan untuk turun dari lantai dua ke lantai dasar. Sesampainya dirumah tiba-tiba hp Keysa berbunyi, Keysa pun membuka pesan dari nomor yang tak dikenalnya. Keysa membuka satu persatu pesannya itu. Ternyata semua isi pesan itu intinya sama, walau dari nomor dan mungkin dari orang yang berbeda. Mereka mengutarakan perasaannya pada Keysa.

Kamis, 22 November 2012

Posted in , ,

Sosok Itu Perlahan Hilang

Aku selalu menggantungkan hidupku padamu. Semua cerita ini aku kumpulkan dan aku hanya bisa menceritakannya ini padamu. Karena hanya kamu yang bisa buat aku nyaman sehingga, aku merasa nyaman padamu. Hingga aku tak sadar akan bagaimna kisahmu. Aku memang tak pernah bertanya hal pribadimu. karena sadar aku bukan siapa-siapamu. Aku bukan orang yang lebih dari sekedar teman untukmu.

Penyesalan itu kini telah muncul di kehidupanku ini.Aku menyesal mengapa tak sejak awal aku menanyakan hal ini. Hubungan apa yang sedang kita jalani sekarng ini. Bodohnya aku meski kau telah permainkan aku, aku tetap bisa memaafkanmu dan percaya semua omongan yang terus saja kau ucapkan padaku. Walau pada akhirnya yang kau katakan ini hanyalah pura-pura.

Kamis, 15 November 2012

Posted in ,

Cerita Cinta #1

Apakah kamu tau, dulu kita menjadi sepasang bintang, yang membuat iri sang bulan yang bersinar sendirian, kesepian. Kebersamaan kita dulu sempat membuat planet lain iri pada kita.Sempatkah kamu menghitung planet lain yang iri pada kita? Apakah kamu tau apa yang membuat mereka iri pada kita?

Alasannya :
1. Aku dan kamu bersinar menerangi bumi dimalam hari bersama. Yang tak semua pelanet lain bisa lakukan. Mungkin hanya kita saja yang bisa begitu.
2. Kita datang menerangi bumi bersamaan. Ketika malam datang, kita muncul menerangi bumi di waktu yang sama.
3. Kita meninggalkan bumi bersama. Saat malam telah terlewati.
4. Kedatangngan kita membuat bumi bercahaya dimalam hari. Suasana yang ROMANTIS bukan?

Jumat, 26 Oktober 2012

Posted in , ,

You Beside Me

Semakin hari fisikku semakain memlemah. Tak ada yang bisa aku lakukan selain diam. Sampai suatu ketika, saat aku tersadar aku berada di UKS. Dan Ira sahabatku yang berada di sampingku.

"Kamu kenapa sih? Please jujur sama aku. Kita ini sahabatan udah lama.", tanya Ira padaku
"Aku baik-baik aja kok."
"Jujur deh. Kamu tuh gak sekali aja kaya gini."
"Aku cuma kecapaian kok Ir..."
"Kamu selau aja bilang kaya gitu."
Aku hanya bisa membalas pertanyaan Ira sahabatku dengan sebuah senyuman
"Oh yah. Bukannya tadi aku di kelas yah? Kok bisa ada di UKS." tanyaku dengan penasaran
"Iya kan tadi kamu pingsan."
"Oh iya makasih yah, kamu dah bawa aku kesini."
"Yah bilang makasihnya jagan ke aku dong ra."
"Lalu siapa kalau bukan kamu yang bawa aku ke sini?"

Selasa, 23 Oktober 2012

Posted in ,

Tak Jodoh?


Pertama saat aku membuka akun facebookku. Postingan kamu menjadi trending topic di facebook berandaku. Kamu tahu apa yang aku lihat? Ya, aku melihat statusmu berubah. Yang dulunya lajang kali ini kau sudah ada yang memiliki. Entah apa yang seharusnya aku katakana padamu. Rasanya aku tak berhak untuk melarangmu berhubungan denganya atau dengan orang lain. Atau haruskah aku mengucapkan selamat padamu? Jika aku memberi ucapan selamat padamu, aku rasa aku telah membohongi perasaanku.

Aku hanya bisa terdiam dan membisu. Sepertinya kau sangat bahagia dengannya di banding saat dengaku. Rasa yang tak karuan padaku pun muncul. Ingin aku berteriak, menangis dan marah saat aku menyadari bahwa kamu telah ada yang memiliki. Aku sadar aku hanyalah seberkas kenangan yang sempat hadir dalam kehidupanmu.