Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Agustus 2013

Posted in , ,

SURAT TUK BUNDA TERCINTA DARI ANANDA YG TERBUANG (Review)

Assalamu'alaikum wara ... 
hmatullahiwabarrakatuh Teruntuk Bundaku tersayang

Dear Bunda
Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja
nanda juga di sini baik-baik saja bunda
Allah sayang banget deh sama nanda.
Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda
Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami meskipun hanya sesaat 

Selasa, 02 April 2013

Posted in , ,

Aku Merindukan Masa Itu


Aku merindukan masa itu. Masa dimana semua orang merasa bahagia dengan hidup. Tertawa lepas hingga mengeluarkan air mata bahagia. Canda tawa selalu terpancar di keluarga ini. Merasa bahwa hidup ini memang indah. Suka dukapun aku dapatkan di rumah itu. Rumah yang penuh dengan keceriaa. Walau kadang pertengkaran selalu ada. Tapi itu tidak merubah dan merusak pendapatku. Kini aku merindukan masa itu, masa yang tak akan pernah terulang kembali.

Dan kini kebahagian itu sedikit demi sedikit menghilang dari hadapanku.Rumah tempat aku dilahirkan kini sudah tidak memberikan kehangatan seperti dulu lagi.Sempat keluarga ku menjadi renggang. Tapi untungnya kami dapat menghadapi semuanya. Sebebenarnya ini tidak berasal dari keluargaku. Melainkan... suasana ini berubah di akibat kedatangnnya.

Nenek kami tinggal bersama kami. Apa yang kami lakukan selalu eliau awasi, jika kami melakukan kesalahan yang menurutnya salah; meliau memarahi kami dengan caranya tersendiri (menggunakan dan belogat dengan bahasa belanda). Dan dikala kami sedang bercanda; beliaupun ikut bercanda dengan kamu. Tawanya pun menjadi ciri kas sendiri, bila beliau benar benar-benar merasa terharu dan bahagia maka tawanya hingga mengeluarkan air mata. Sudah selama 17 tahun lebih aku mengenal beliau. Sosok yang sasaat nanti akan selalu kami ingat.

Dan kini canda, tawa, dan amarahnya oun sudah tidak pernah kami lihat. Senyumannya pun sudah lama kami tidak melihatnya. Beberapa tahun ini ini belau hanya terbaring diranjang tanpa bisa melakukan kegiatan lainnya.

We miss you

@dinahaqf

Minggu, 27 Januari 2013

Posted in , ,

Air Mata Bunda

Hiks hiks

Aku mencari dari mana suara tangisan itu berasal. Aku mencari di setiap ruangan yang ada di rumahku. Ruang keluarga, dapur, balkon tapi tak ku temui juga. Ada satu reangan yang belum aku cek, yaitu kamar orang tuaku. Tapi aku tak berani untuk masuk. Aku hanya mengecek dari depan pintu kamar orang tuaku. Ternyata benar suara itu adalah suara tangisan ibuku. Akhirnya aku beranikan diri untuk mengintip dari balik pintu. Aku melihat ibuku sedang menangis di atas tempat tidurnya. Aku rasa ibu sedang berusaha untuk menutupi ini dari anak-anaknya. Cara menangisnya pun sangat tak wajar bagiku. Giginya menggigit bibirnya sekuat tenanga. Ibu lebih memilih bibirnya di banding anak-anaknya mengetahui masalah ini. Hatiku rasanya teriris dan sesak melihat ibu seperti ini. Ibu membutuhkan seseorang di sampingnya. Tapi aku terlalu terlalu jaim untuk melakukannya.

Anak apa aku ini yang tak bisa berada di sampingnya, tak bisa mendengarkan keluh kesahnya. Untuk apa aku ada di bumi sedangkan aku tak bisa melakukan apa-apa untuk ibuku sendiri. Ingin rasanya aku memaki orang yang telah membuat ibuku menangis.Tapi aku tak bisa melakukannya karena permintaan dari ibuku. Ibuku terlalu sabar. Sempat aku melontarkan kata yang aku sendiri tak sadar aku telah melontarkan kata-kata itu.

Jumat, 14 Desember 2012

Posted in , , ,

Sebatas Mimpi #1

Sudah lama nggak keluar rumah. Seklian nyari ispirasi desain rumah ah. Sepertinya asik nih di bawah terangnya sang rembulan dan sang bintang aku mencari ispirasiku. Kira- kira kemana ? Ke danau dekat taman bermainku dulu, sepertinya ide yang tidak terlalu buruk.

Setelah aku memutuskan ke arah mana aku akan melaju, akhirnya aku nyalakan mobil di garasi rumahku. Wah, jalannya sudah mulai sepi. Dan tidak banyak orang yang masih berjualan di sekitar sini. Aku menikmati jalan yang aku lewati ini. Semuanya tidak begitu asing bagiku. Seakan aku dan jalan ini sudah menyatu padu. Tempat inilah yang mempertemukan aku dengan dirinya. Saat aku menangis dan lari ke Danau sesudah mendengar kabar bahwa ibuku meninggalkan dunia ini untuk selamnya.

Selasa, 11 Desember 2012

Posted in , ,

Seandainya Aku Bisa Seperti Mereka

Setiap tempat yang aku temui selalu saja membuatku iri. Di samping kananku aku melihat sebuah keluarga yang sangat harmonis. Mereka sedang benemani anak mereka yang masih berusia balita itu. Disamping kiriku aku melihat seorang anak permpuan berusia 14 tahun sedang ditemani oleh ibunya berbelanja. Saling meminta saran dan memberi saran. Dan di depanku aku melihat adik kakak sedang asik memilih pakaian yang mereka inginkan dan lagi-lagi ditemani oleh ibunya. Canda tawa mereka sungguh membuatku iri.

Ingin rasanya aku yang membuat sekenario hidupku ini. Dimana aku dan keluargaku yang menjadi peran utamanya. Walau akan ada saja yang menjadi pemeran antagonis, selalu banyak orang yang mendukung kami. Ingin rasanya aku bunuh satu persatu orang-orang yang tak ingin melihat kami bahagia.

Senin, 10 Desember 2012

Posted in , ,

IBU


Ibu adalah sosok seorang wanita istimewa yang patut dibanggakan oleh setiap anak. Ibu dengan segala kreativitas serta kemampuannya mampu membantuh sebuah keluarga menjadi sebuah model sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Mereka lantunkan sebuah harapan melalui do'anya untuk kita
Senyuman yang iya perlihatkan pada kita adalah semyuman tulus darinya
Jangan sampai air mata yang beliau keluarkan, adalah tangisan kekecewaannya pada kita
Buatlah mereka mengasis akan kesuksesan yang kita persembahkan untuknya


Jumat, 05 Oktober 2012

Posted in , ,

Pantaskah Aku menjadi seorang Kakak?

Aku meliahat Nia adikku sedang termenung di depan jendela kamarnya. Aku tau dia sedang memiliki masalah. Di balik sifatnya yang ceria aku yakin bahwa dia membutuhkan sesorang untuk bersandar. Untuk mengadu keluh kesahnya. Ingin memiliki seseorang yang bisa mendengar keluhannya. Berharap bahwa seseorang itu dapat memberikan saran, setidaknya membuatnya lebih baik. Aku tau itu, karena akupun merasakan hal yang sama. Mungkin aku baru menyadari semua ini.

Jumat, 23 Maret 2012

Posted in ,

Pengorbanan Seorang IBU


A : Bu, aku minta uang? 
B : Untuk apa?
A : Untuk main bersama teman-teman .
B : Memangnya kamu mau main kemana?
A : Halah ngga usah banyak tanya deh. Mau ngasih apa ngga sih !! 
B : Tapi ibu takut kmu salah gunakan.
A : Ngga usah banyak peraturan deh ! Aku sudah bukan anak kecil lagi !! 
 
* Setelah anak ini bertengkar dengan ibunya ia tetap saja pergi dari rumah tanpa minta izin pada ibunya. Dan pergi bersama